Tepat
pukul 17.30. Fay tersenyum sambil melihat ke arah lapangan basket. Lalu seorang
cowok datang menghampirinya sambil terengah-engah dan keringat bercucuran
di sekujur tubuhnya.
“Maaf, nunggu lama ya ?”, tanya cowok itu.
Galih, cowok pemain basket yang tersohor di kampusnya itu
adalah pacar Fay, cewek yang aktif di segala kegiatan kampusnya. Jadi bisa
dibilang mereka adalah pasangan yang lumayan terkenal di kampus mereka. Siapa
sih yang gak kenal Galih, mahasiswa Fakultas Teknik Mesin yang ganteng, tinggi,
pemain basket, dan otaknya lumayan encer pula. Dia selalu dikerubungi para
penggemarnya, apalagi kalau dia lagi latihan basket, para penggemarnya ga
pernah absen untuk melihat aksinya dan menimbulkan gemuruh di lapangan basket.
Namun walau Galih selalu dikerubungi oleh cewek-cewek penggemarnya, Fay,
mahasiswi Fakultas Ekonomi yang imut, pinter, dan aktivis di kampusnya ini,
tetep merasa enjoy dan hebatnya dia ga pernah menunjukkan rasa cemburunya
kepada sang pacar. Dan ini yang bikin Galih gelisah sendiri, karena dia takut
kalau ceweknya itu jangan-jangan uda ga cinta lagi sama dia. Makanya Galih
mengajukan idenya kepada sang pacar untuk menemaninya setiap dia latihan
basket. Dan hasilnya cukup lumayan, para penggemarnya yang gak pernah absen
dari jadwal latihan basketnya, kini sudah mulai berkurang karena mereka lagsung
mundur karena ada sang pacar yang setia menunggunyadi pinggir lapangan. Dan
sekarang tinggal beberapa orang saja yang masih juga nekat walaupun sudah ada
pacar sang idola yang nagkring di pinggir lapangan. Paling-paling setelah
pulang dari melihat idolanya main basket, mereka cuma panas dingin karena
mereka masih teringat kemesraan Galih dan Fay di lapangan.
“Ayo pulang”, kata Galih setelah ia selesai membersihkan
diri.
“Eh, tapi anterin aku beli buku dulu ya, di Gramedia”
“Oke..”, jawabnya sambil menggandeng cewek imut itu
menuju parkiran motor.
Sampai di parkiran, Galih segera saja menyalakan motornya
dan langsung melesat meninggalkan parkiran dengan Fay di jok belakang.
Sampai di Gramedia, Fay meninggalkan Galih yang sedang
memarkirkan motornya, masuk ke toko buku besar yang lumayan terkenal di kotanya
itu, mencari buku ke bagian rak-rak yang menyimpan buku-buku ekonomi yang tebal
dan berat. Sedangkan Galih segera menyusulnyadan hanya mengikutinya dari
belakang sambil membolak-balik buku apasaja yang diraihnya, tanpa membaca lebih
lanjut buku yang dipegangnya.
“Mbak, buku ekonomi yang lengkap di bagian mana ya ?”,
tanya Fay kepada salah satu pegawai toko tersebut.
Sambil memilih-milih buku yang ingin dibelinya, Fay
melirik ke arah Galih yang tetap dengan kesibukannya membolak-balik buku yang
dipegangnya. Sejenak ia tertawa melihat kelakuan pacarnya itu, bagaimana tidak,
Galih, mahasiswa jurusan teknik mesin melihat-lihat buku ekonomi, jelas saja ia
tidak mengerti isi buku tersebut, pikir Fay.
Setelah mantap dengan buku pilihannya, Fay mengajak Galih
ke kasir. Ia membayar buku yang tebalnya hampir sama dengan bantalnya di rumah
itu dengan tiga lembar uang seratus ribuan. Selesai membayar, mereka menuju ke
tempat penitipan barang untuk mengambil tas mereka yang tadi mereka titipkan
sebelum masuk toko, dan tidak lupa Galih mengambil bola basket kesayangannya.
Tempat parker sepeda motor yang biasanya penuh sesak oleh
pengunjung yang menitipkan motornya, kini tinggal beberapa motor saja yang
tampakdi situ, mungkin karena jam sudah menunjukkan saatnya sholat Magrib.
Saat Galih ingin menyeberang dari tempat parker motor
menuju jalan raya, tiba-tiba saja ada seorang cewek yang berlari menyerobot
jalan, ia terlihat sangat terburu-buru. Dan tidak sengaja saat cewek itu
berlari, tubuhnya menabrak bahu Galih yang sedang nangkring di atas motor
dengan Fay di belakangnya. Dan seketika motornya oleng, tapi Galih masih dapat
menguasainya sehingga mereka tidak jadi jatuh. Namun tas bola basket yang di
sampirkan di bahunya terjatuh, bola basket kesayangannya menggelinding ke
jalanan. Dan pada saat yang sama, sebuah truk gandeng melesat cepat dan
seketika menabrak bola basket Galih. Dan …
nb: ini cerpen yang aku buat waktu SMA lho.. Tadi tiba2 nemu ini lagi, jd pingin posting hehe :D
Tunggu kelanjutannya yaaak~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar